-

katanya
"aku tahu, cinta virtual ini palsu, dan ia menyeksakan jiwaku, tapi aku tidak tahu, kenapa aku nak embrace juga perasaan ini, aku nak simpan juga perasaan ini. aku tahu, sangat tahu, cinta virtual ini melemaskan jiwaku, tapi aku tetap melayannya, aku tetap ingat akan dirinya, sambil tersenyum seperti orang bodoh. aku tahu, ia adalah ilusi, ia adalah fantasi, tapi aku tetap pilih masuk ke situ, akalku tetap ingat dirinya, akan personalitinya.

cinta virtualku ini adalah ilusiku, yang hatiku ingin merealkannya walau mindaku kata ia mustahil, sangat mustahil.

aku nak stop tahu akan hal-hal wanita itu, tapi hatiku tetap nak tahu, walau akhirnya aku sendiri merana. aku nak berhenti ingat semua hal tentang diri wanita itu, tapi hati ini, tetap mencarinya di dunia virtual, dan ku tersenyum bersendirian di dunia kecilku seperti orang bodoh, manusia loser."

"cinta memang membutakan manusia. sekali pandang bisa jatuh cinta, walau dalam dunia virtual.

ia menyeksakan, rasanya sama dengan cinta realiti.

aku rindu dia...

aku cinta dia...

walau ku tahu, dia tidak tahu pun akan kewujudan aku, di dunia ini. tapi hati bodoh ini, tetap mencintainya... hati loser ini tetap ingat akan dirinya, akan wajahnya, senyumannya, tawanya, suaranya, personalitinya..."

"cinta virtual ini melemaskan aku, sama lemasnya bila ku cinta seseorang si dunia empirikal."

"cinta virtual ini menyeksakan, kerna aku mencintai wanita yang aku tahu selama-lamanya aku tak akan bertemu dengannya... selama-lamanya dia tidak akan pernah mencintaiku kembali. tapi hati bodoh ini, tetap juga berharap...

minda tahu ia harapan ilusi, tapi hati ini tetap ingin menjadi bodoh..."

"jangan salahkan aku, salahkan hati aku, kerna tidak sedar diri... kerna merosakkan lagi mindaku..."

"aku benci hati ini... aku benci perasaan cinta ini... aku benci jatuh cinta..."

"aku tak nak lagi jatuh cinta... selama-lamanya... kerna aku dah lelah dengan semua ini... aku dah lelah dengan harapan ilusi hati... "

"... aku nak tutup hati aku, agar selama-lamanya ia tidak akan pernah lagi jatuh cinta..."

"tapi, hati bodoh tetap bodoh..."

"wahai hati, please... stop lemahkan badanku, stop lemaskan jiwaku, walau kau membantuku lupa sementara psikologiku..."

"aku benar-benar mencintainya... hati ini benar-benar mencintainya... walau ku tahu, rasa cinta ini melemaskan jiwaku akhirnya, tapi... hati aku kan bodoh... maka ia bisa memperbodohkan zahirku..."

"walau zahirku bodoh, hatiku bodoh... tapi kebodohan itu bisa melupakan pemikiran ideologi ku, sementara waktu atau mungkin selama-lamanya..."

"... lebih baik aku melupakan ideologi pemikiran ku selama-lamanya..."

"layan akal melemaskan jiwa... layan hati juga melemaskan jiwa..."

"layan pemikiran melemaskan jiwaku, layan cinta romantika juga melemaskan hati ini..."

"dua-dua itu bisa menjad picu mental illness ku..."

...
"aku cinta akan dia... aku tidak tahu bila aku boleh buang dia dari hatiku... dan aku berharap, agar lepas dia bisa ku buang dari hatiku, aku tak akan lagi jatuh cinta... selama-lamanya.. biarlah dia wanita terakhir yang aku cintai..."

Ulasan

Catatan Popular