~dunia kecilku~

katanya:

Sentiasa ~
Melihat wajahmu ~
Menyeksa hatiku ~
Kerna hatiku tahu ~
Kamu hanya cinta ~
Yang tak akan pernah ~
Berbalas dalam hidupku. ~
Tapi, masih juga ~
Ingin aku lihat akan kamu ~
Walau ia sangat-sangat ~
Menyeksa hatiku. ~

Wahai sang bulan ~
Dengarlah suara hatiku ~
Ia menangis ~
Tangisan yang tiada sesiapa ~
Nak tahu akan ia... ~

Wahai bintang ~
Dengarlah suara jiwaku ~
Ia menangis lelah ~
Diseksa cinta... ~
Dengarlah ia, ~
Tolong dengar ia ~
Kerna hanya kamu ~
Yang aku ceritakan ia... ~

Wahai sang malam ~
Dengarlah lagu hatiku ~
Ia bermelodi syahdu... ~
Tolong dengar ia ~
Kerna di dunia ini ~
Tiada sesiapa mahu ~
Mendengarnya... ~

Wahai langit-langit ~
Dengarlah luahan hatiku ~
Ia penat lelah akan semuanya... ~
Tolonglah dengar ia ~
Kerna dia tidak ada sesiapa ~
Yang bisa dia luahkan ~
Kecuali kepadamu, alam. ~

.
Wahai Sang Pencipta ~
Adakah alam ini bisa berbicara? ~
Andai bisa, beri hamba-Mu ini ilmu itu ~
Agar tidak lagi aku kekosongan ~
Agar aku bisa berbicara kepada mereka ~
Akan kisah cintaku, cinta dukaku ~
Dan, pada masa yang sama ~
Bisa aku dengar mereka ~
Berbicara mengenai keindahan-Mu ~
Agar bisa aku tahu ilmu ~
Yang bisa membawaku ~
Kepada-Mu. ~
Dan, biarlah selepas itu ~
Jauh segala ego makhluk ~
Yang merantai hatiku ~
Kerna diganti oleh sibukku ~
Tentang ilmu mengenai-Mu ~
Juga ilmu mengenai alam ~
Ciptaan-Mu ini. ~
...

Gambar sekadar hiasan.
Picture credit to internet.

Ulasan

Catatan Popular