~dinding~

katanya:

dulu, aku benci duduk menghadap dinding
sangat-sangat ku benci akan perihal itu
tapi di kala ini, ia telah menjadi temanku
kerna bila air mataku jatuh berciciran
akanku letakkan kepalaku menyentuh dinding
hanya itu sahaja caraku 'luahkan' duka
yang aku tangiskan yang membunuh jiwaku.

.
menangis sambil meletakkan kepalanya di dinding
telah menjadi rutinnya...
kerna dinding itu menunjukkan dia tidak bersendirian
ketika jiwanya bersedih, hatinya berduka...

Ulasan

Catatan Popular