dia
katanya:
dia menyanyi
jiwanya turut nyanyi
emosinya cermin deritanya
dalami lautan hatinya.
dirinya lemas dalam kelam
ia sangkar, ia pagar
hanya nyanyian kuncinya.
lihat dikala dia nyanyi
jiwanya, emosinya terluah
ia real, ia dirinya
bukan sesiapa, bukan lakonan.
itu caranya luah segalanya
dalam erti tersiratnya
melalui suaranya
melalui tarian syahdunya
ditemani melodi sunyi, sepi.
malang, sikit saja tahu ertinya
mungkin itu mahunya
agar hanya tertentu saja
yang tahu maknanya.
dia nangis dalam senyum
dia derita dalam ketawa
tapi, dia tetap senyum
dalam tragedinya;
tragedi psikologinya, cinta,
sosial, dunia, material.
wanita itu kuat
kerna
nyanyi adalah seninya
lirik penemannya
irama penawarnya
dalam melodi luahnya.
Ulasan
Catat Ulasan