Masih
katanya:
aku masih di sini, di tempat yang sama
terperangkap dalam sisa-sisa harapan
semuanya tinggal angan-angan kosong
hanya memandang wajahmu dari jauhku
ia penderitaan yang membunuhku
berkecai hati ini menerima segalanya
mungkin ini pengakhiran kisah hidupku
tidak ada lagi yang membawa cintaku
bisa terbang jauh ke cakerawala sana.
wahai kamu, ku doakan dikau
berjumpa lelaki yang bisa menjagamu
dan menggembirakanmu selamanya.
biarlah jiwa ini merasa seksa merana
menerima realiti akan kelaraan sendiri.
hanya, caraku coba lari sementara
dari derita merinduimu adalah
ingatku akan dirimu dan personalitimu
di penghujung kesendirian malamku
melepas rindu dalam kesyahduan melodi
terasa khayalan menikam kejam jiwa
tapi, tetap ku berkhayal akan cintamu
walau terasa lemas seluruh nafasku
ternyata ku mati dalam kesyahduan
sebuah cinta yang tidak kesampaian.
sungguh ini realitiku, ia sejarah berulang
selalu, lagi dan lagi, ku didik jiwaku-
merasai derita juga adalah sebuah seni
ia harus didakap erat agar biar jiwa
terus tenggelam dan tenggelam lagi
ke lautan kelam sebuah kenyataan
biar ia bertambah lemas agar bisa
menyerap lebih banyak emosi derita
yang ada dalam pelbagai seni sastera,
walaupun terasa nafas bakal terhenti
ditikam kejam pisau penderitaan.
Ulasan
Catat Ulasan