~tariannya~

katanya:

Menarilah mendengar lagu syahdu
Kerna ia real, refleksi jiwa yang syahdu.
Tapi, jangan menari mendengar lagu rancak
Kerna ia ilusi, refleksi harapan kosong.
Menarilah dan senyum rianglah
Di kala mendengar lagu melodi syahdu
Kerna ia real, ia adalah dari jiwa yang syahdu.
Tapi, jangan sesekali menari dan senyum
Di kala mendengar lagu melodi rancak
Kerna ia ilusi, ia adalah angan-angan harapan.
Menarilah dan senyum real lah
Di kala mendengar lagu melodi syahdu
Kerna ia beri rasa keindahan hidup.
Tapi, jangan menari dan senyum real
Di kala mendengar lagu melodi rancak
Kerna ia hanya egomu dalam harapanmu.

Berusahalah dalam senyumanmu
Walau hatimu berjiwa syahdu...
Ketawalah dalam riangmu
Walau jiwamu berjiwa syahdu...
Kerna kita adalah golongan
Yang berusaha seperti itu
Untuk hidup di alam zahir
Juga berusaha untuk hidup
Di alam jiwa-hati-psikologi...
Kita ini, lain dari yang lain.

Kita adalah jiwa-jiwa
Yang dah lama pudar api hidupnya
Dan dah malas dan lelah
Mencari penawar
Membarakan ia semula.

Ulasan

Catatan Popular