~era moden~
katanya:
[03/11 10:47 pm]
Orang yang dah biasa, merasai cinta unrequited di realitinya, akan dia tidak kisah, andai dia mencintai seseorang di alam maya [parasocial interaction], kerna dia dah biasa merasai cinta delusi yang ilusi di realitinya. Maka, kenapa nak hairan, andai dia mencintai seseorang yang hanya bisa dia lihat di alam maya [misalnya idola k-pop].
[03/11 10:50 pm]
Berapa ramai manusia moden dikecewakan oleh cinta di alam parasocial interaction, terutamanya mencintai secara real idola k pop? Agak-agaknya, apa yang menyebabkan hati mereka mencintai seseorang yang jauh? Adakah kerna nak merawat psikologinya? Adakah kerna kegembiraan cinta di alam itu, bisa memberi kegembiraan setelah dia letih diseksa oleh kekosongan jiwanya?
[03/11 10:51 pm]
Tapi bagi aku, soalan yang tepat adalah, kenapa kita jatuh cinta in the first place?
[03/11 10:53 pm]
-
[03/11 11:00 pm]:
Ada yang gunakan parasocial interaction sebagai eskapisme-nya dari depression-nya [mencintai wanita maya sebagai cara merawat kekosongan jiwanya]. Ada pula yang terkena depression setelah jatuh cinta di alam parasocial interaction [mencintai wanita maya menyebabkan dirinya depress]. Tapi, yang lebih memeritkan adalah, apabila menggunakan parasocial interaction sebagai eskapisme dari depression, dan setelah mendalam rasa cinta itu, baru hati sedari ia sekadar angan-angan, maka eskapisme dari kemurungan itu sebenarnya hanya menambahkan lagi rasa lemas di jiwa [parasocial interaction adalah penawar ilusi depression dan hanya menambahkan lagi perit depression].
[03/11 11:02 pm]
Tapi, ada kalanya juga, jiwa lemas hasil cinta di alam parasocial interaction itu lebih bagus daripada jiwa lemas hasil rasa kosong di hati. Kerna itu, ada yang masih mahu melayan cinta di alam itu, walau ia melemaskan jiwa, kerna itu caranya lari dari lemasnya jiwa hasil kekosongan hati.
[03/11 11:04 pm]
Tapi akhirnya, jiwanya tetap lemas, sesekali ia lemas di lautan cinta delusi, dan sesekali ia lemas di lautan psikologi depresinya, dan sesekali ia lemas di dua-dua lautan serentak.
[03/11 11:13 pm]
Faham kamu? Tak payah faham, kerna ia rumit. Dan, apa gunanya andai kamu faham. Ia sia-sia belaka saja. Lebih baik pergi faham sesuatu yang berfaedah... kah kah kah.
Ulasan
Catat Ulasan