~kisahnya dalam diamnya~

katanya:

Aku tak tahu
Nak tulis kisah sayu apa lagi.
Aku tak tahu
Nak dengar melodi syahdu apa lagi.
Aku juga tak tahu
Nak kisahkan kesunyian apa lagi.
Apa yang aku tahu hanyalah
Aku masih mencintai kamu
Masih, sangat-sangat mencintai kamu.

Wahai kamu, yang tidak pernah tahu
Akan wujudku di empirikal ini...
Tahukah kamu, masih dan masih
Gambarmu adalah penawar
Kekosongan hatiku...
Wajahmu, senyummu, tawamu
Adalah penawar kesyahduan hatiku
Yang mati ditelan psikologiku...
Walau aku tahu
Melihat gambarmu
Hanyalah sia-sia realitinya
Kerna, kamu hanyalah
Cinta angan-anganku;
Bahwa kamu hanyalah ilusiku.
Tapi apa dayaku,
Aku tak bisa abaikan kamu
Kerna kamu adalah penawar sementara
Kemurungan depression ku;
Kekosongan hidupku, existential crisis ku.

[Sejak bila, sesuatu yang aku gunakan
  Sebagai caraku mengisi existential crisis-ku
  Memberiku faedah, kecuali sekadar, sebagai
  Caraku lari dari aku sendiri.]

Ulasan

Catatan Popular